Showing posts with label Tugas Softskill. Show all posts
Showing posts with label Tugas Softskill. Show all posts
22 March 2012 1 komentar

Pembukaan Tabungan & Suku bunga

Di Zaman Modern seperti saat ini kemudahan yang ditawarkan pihak perbankan bagi para nasabahnya untuk membuka rekening baru saat ini memang cukup membantu para calon nasabah. Kita tinggal datang ke bank, mengisi formulir, meyerakan ID card(KTP), dan dalam hitungan beberapa menit saja rekening baru kita telah siap. Tetapi lain halnya bila rekening yang akan dibuka akan digunakan untuk kepentingan organisasi. Pimpinan organisasi akan mengeluarkan surat pengantar pembuatan rekening bank yang akan dibawa oleh petugas ke bank.

Contoh Pembukaan Rekening pada Bank BRI persyaratannya adalah:

Persyaratan

  • Memilih produk jenis tabungan yang di tawarkan(BRI BRITAMA, BRI Sysriah,dll).
  • Setoran awal minimal Rp. 300.000
  • Kartu identitas:
    • Warga Negara Indonesia: Kartu Tanda Penduduk
    • Warga Negara Asing: Paspor dan KIMS/KITAS/KITAP
  • Dikenakan biaya administrasi bulanan

catatan:

  • KTP DKI Jaya dapat digunakan untuk membuka rekening di seluruh cabang Bank Mandiri yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta.
  • KTP non DKI Jaya hanya dapat digunakan untuk membuka rekening di Bank Mandiri yang beroperasi di wilayah Pemda penerbit KTP.

  • Apabila digunakan untuk membuka rekening Tabungan di luar wilayah KTP setempat maka wajib dilampiri dengan :
    • Surat Keterangan Domisili atau
    • Surat Keterangan Kerja
Dalam membuka tabungan perhatikan tingkat suku bunganya terlebih dahulu, disini saya mengambil sampel suku bunga bank BRI.

Suku Bunga Counter (PA) di bank BRI
Berlaku tmt 01 Maret 2012

GIRO Rupiah

Saldo

Suku Bunga

0 s/d < 5 juta

0.00 %

5 Juta s/d 25 Juta

0.75 %

> 25 Juta s/d 100 Juta

1.25 %

>100 Juta s/d 1 M

1.75 %

> 1 M

2.25 %

GIRO Valas

Keterangan

Saldo

Suku Bunga

U.S. Dollar

0 s/d < US$.1,000

0.00 %

U.S. Dollar

US$.1,000 ke atas

0.25 %

Euro

0 s/d < EUR.1,000

0.00 %

Euro

EUR.1,000 ke atas

0.15 %

Singapore Dollar

0 s/d < SGD.1,000

0.50 %

Singapore Dollar

SGD.1,000 ke atas

0.50 %

Hongkong Dollar

0 s/d < HKD.1,000

0.00 %

Hongkong Dollar

HKD.1,000 ke atas

1.00 %

Australian Dollar

Semua Tiering

0.75 %

Pound Sterling

0 s/d < GBP.1,000

0.25 %

Pound Sterling

GBP.1,000 ke atas

0.50 %

Chinese Yuan

Semua Tiering

0.25 %

BritAma Rupiah & BritAma Junio

Saldo

Suku Bunga

0 s/d < 500.000

0.00 %

500.000 s/d 5 Juta

1.00 %

> 5 Juta s/d 50 Juta

1.25 %

> 50 Juta s/d 100 Juta

1.50 %

> 100 Juta s/d 1 M

1.75 %

> 1 M

2.50 %

BritAma Bisnis

Saldo

Suku Bunga

0 s/d < 500.000

0.00 %

500.000 s/d 5 Juta

1.00 %

> 5 Juta s/d 50 Juta

1.25 %

> 50 Juta s/d 100 Juta

1.75 %

> 100 Juta s/d 1 M

2.25 %

> 1 M s/d < 2 M

3.00 %

2 M keatas

3.50 %

BritAma Rencana, Installment Saving Junio dan Simpedes Impian

Keterangan

Suku Bunga

BritAma Rencana

3.75 %

Installment Saving Junio

5.25 %

Simpedes Impian

4.00 %

SIMPEDES

Saldo

Suku Bunga

0 s/d < 500.000

0.00 %

500.000 s/d 5 Juta

1.00 %

> 5 Juta s/d 50 Juta

1.25 %

> 50 Juta s/d 100 Juta

1.50 %

> 100 Juta

2.00 %

BritAma U.S. Dollar

Saldo

Suku Bunga

0 s/d US$.1,000.00

0.00 %

> US$.1,000.00 s/d US$.10,000

0.15 %

> US$.10,000. s/d US$.100,000

0.20 %

> Diatas US$.100,000

0.25 %

BritAma Australia Dollar

Saldo

Suku Bunga

0 s/d US$.1,000.00

0.00 %

> US$.1,000.00 s/d US$.10,000

0.25 %

> US$.10,000. s/d US$.100,000

0.50 %

> Diatas US$.100,000

0.75 %



BritAma Singapore Dollar

Saldo

Suku Bunga

0 s/d US$.1,500.00

0.00 %

> US$.1,500.00 s/d US$.15,000

0.25 %

> US$.15,000. s/d US$.150,000

0.50 %

> Diatas US$.150,000

0.75 %

Deposito Rupiah

Jangka Waktu

Suku Bunga Berdasarkan Nominal


<100 jt

100 jt s/d 1 M

> 1 Milyar

01 Bulan

4.75 %

4.75 %

4.75 %

02 Bulan

5.00 %

5.00 %

5.00 %

03 Bulan

5.25 %

5.25 %

5.25 %

06 Bulan

5.50 %

5.50 %

5.50 %

12 Bulan

5.75 %

5.75 %

5.75 %

18 Bulan

5.75 %

5.75 %

5.75 %

24 Bulan

5.75 %

5.75 %

5.75 %



Deposito Valas USD

Jangka Waktu

Suku Bunga Berdasarkan Nominal



USD.100 Ribu keatas

01 Bulan

0.25 %

0.50 %

02 Bulan

0.25 %

0.50 %

03 Bulan

0.50 %

0.75 %

06 Bulan

0.50 %

0.75 %

12 Bulan

0.75 %

1.00 %

18 Bulan

0.75 %

1.00 %

24 Bulan

0.75 %

1.00 %

Deposito Valas Euro, GBP, SGD dan HKD

Jangka Waktu

Suku Bunga Counter (PA)


EUR

GBP

SGD

HKD

01 Bulan

0.15 %

1.25 %

1.00 %

0.20 %

02 Bulan

0.15 %

1.25 %

1.00 %

0.20 %

03 Bulan

0.25 %

1.25 %

1.00 %

0.75 %

06 Bulan

0.25 %

1.25 %

1.00 %

1.00 %

12 Bulan

0.25 %

1.25 %

1.00 %

1.00 %

Deposito Valas CNY (Renmimbi), AUD, dan JPY

Jangka Waktu

Suku Bunga Counter (PA)


CNY

AUD

JPY

01 Bulan

0.50 %

1.00 %

0.00 %

02 Bulan

0.75 %

1.00 %

0.00 %

03 Bulan

1.00 %

1.00 %

0.00 %

06 Bulan

1.40 %

1.00 %

0.00 %

12 Bulan

1.50 %

1.00 %

0.00 %

18 Bulan

1.50 %



24 Bulan

1.50 %



Kredit Perumahan (KPR)

Jangka Waktu

Suku Bunga Efektif (% p.a.)

s/d 10 Tahun

12.00 % - 14.00 %

Diatas 10 Tahun

12.00 % - 14.00 %


Catatan :

Khusus untuk nasabah baru dikenakan 8.75 % berlaku fixed 1 tahun pertama, tahun ke-2 dan seterusnya menggunakan suku bunga counter yang berlaku.

03 May 2011 0 komentar

Paham liberal menurut john dan thomas hobbes

Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas

Liberalisme adalah sebuah ideologi yang mengagungkan kebebasan. Ada dua macam Liberalisme, yakni Liberalisme Klasik dan Liberallisme Modern. Liberalisme Klasik timbul pada awal abad ke 16. Sedangkan Liberalisme Modern mulai muncul sejak abad ke-20. Namun, bukan berarti setelah ada Liberalisme Modern, Liberalisme Klasik akan hilang begitu saja atau tergantikan oleh Liberalisme Modern, karena hingga kini, nilai-nilai dari Liberalisme Klasik itu masih ada. Liberalisme Modern tidak mengubah hal-hal yang mendasar ; hanya mengubah hal-hal lainnya atau dengan kata lain, nilai intinya (core values) tidak berubah hanya ada tambahan-tanbahan saja dalam versi yang baru. Jadi sesungguhnya, masa Liberalisme Klasik itu tidak pernah berakhir.


Dalam Liberalisme Klasik, keberadaan individu dan kebebasannya sangatlah diagungkan. Setiap individu memiliki kebebasan berpikir masing-masing – yang akan menghasilkan paham baru. Ada dua paham, yakni demokrasi (politik) dan kapitalisme (ekonomi). Meskipun begitu, bukan berarti kebebasan yang dimiliki individu itu adalah kebebasan yang mutlak, karena kebebasan itu adalah kebebasan yang harus dipertanggungjawabkan. Jadi, tetap ada keteraturan di dalam ideologi ini, atau dengan kata lain, bukan bebas yang sebebas-bebasnya.


John Locke dan Hobbes; konsep State of Nature yang berbeda

Tokoh ini berangkat dari sebuah konsep sama. Yakni sebuah konsep yang dinamakan konsep negara alamaiah" atau yang lebih dikenal dengan konsep State of Nature. Namun dalam perkembangannya, kedua pemikir ini memiliki pemikiran yang sama sekali bertolak belakang satu sama lainnya. Jika ditinjau dari awal, konsepsi State of Nature yang mereka pahami itu sesungguhnya berbeda. Hobbes (1588 – 1679) berpandangan bahwa dalam ‘’State of Nature’’, individu itu pada dasarnya jelek (egois) – sesuai dengan fitrahnya. Namun, manusia ingin hidup damai. Oleh karena itu mereka membentuk suatu masyarakat baru – suatu masyarakat politik yang terkumpul untuk membuat perjanjian demi melindungi hak-haknya dari individu lain dimana perjanjian ini memerlukan pihak ketiga (penguasa). Sedangkan John Locke (1632 – 1704) berpendapat bahwa individu pada State of Nature adalah baik, namun karena adanya kesenjangan akibat harta atau kekayaan, maka khawatir jika hak individu akan diambil oleh orang lain sehingga mereka membuat perjanjian yang diserahkan oleh penguasa sebagai pihak penengah namun harus ada syarat bagi penguasa sehingga tidak seperti ‘membeli kucing dalam karung’. Sehingga, mereka memiliki bentuk akhir dari sebuah penguasa/ pihak ketiga (Negara), dimana Hobbes berpendapat akan timbul Negara Monarkhi Absolute sedangkan Locke, Monarkhi Konstitusional. Bertolak dari kesemua hal tersebut, kedua pemikir ini sama-sama menyumbangkan pemikiran mereka dalam konsepsi individualisme. Inti dari terbentuknya Negara, menurut Hobbes adalah demi kepentingan umum (masing-masing individu) meskipun baik atau tidaknya Negara itu kedepannya tergantung pemimpin negara. Sedangkan Locke berpendapat, keberadaan Negara itu akan dibatasi oleh individu sehingga kekuasaan Negara menjadi terbatas – hanya sebagai “penjaga malam” atau hanya bertindak sebagai penetralisasi konflik.
03 April 2011 0 komentar

Teori Paham Kekuasaan

a. Paham Machiavelli (Abad XVII)
Dalam bukunya tentang politik yang diterjemahkan kedalam bahasa dengan judul “The Prince”, Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri dengan kokoh. Didalamnya terkandung beberapa postulat dan cara pandang tentang bagaimana memelihara kekuasaan politik. Menurut Machiavelli, sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut: pertama, segala cara dihalalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan; kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (divide et impera) adalah sah; dan ketiga, dalam dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas ), yang kuat pasti dapat bertahan dan menang. Semasa Machiavelli hidup, buku “The Prince” dilarang beredar oleh Sri Paus karena dianggap amoral. Tetapi setelah Machiavelli meninggal, buku tersebut menjadi sangat dan banyak dipelajari oleh orang-orang serta dijadikan pedoman oleh banyak kalangan politisi dan para kalangan elite politik.

b. Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang, selain penganut baik dari Machiavelli. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional. Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi terbentuknya kekuatan hankam untuk menduduki dan menjajah negara-negara disekitar Prancis. Ketiga postulat Machiavelli telah diimplementasikan dengan sempurna oleh Napoleon, namun menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingg akhir kariernya dibuang ke Pulau Elba.

c. Paham Jendral Clausewitz (XVIII)
Pada era Napoleon, Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari negaranya sampai ke Rusia. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer Staf Umum Tentara Kekaisaran Rusia. Sebagaimana kita ketahui, invasi tentara Napoleon pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Clausewitz, setelah Rusia bebas kembali, di angkat menjadi kepala staf komando Rusia. Di sana dia menulis sebuah buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara Perang). Menurut Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Baginya, peperangan adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia berekspansi sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau Kekaisaran Jerman.

d. Paham Feuerbach dan Hegel
Paham materialisme Feuerbach dan teori sintesis Hegel menimbulkan dua aliran besar Barat yang berkembang didunia, yaitu kapitalisme di satu pihak dan komunisme di pihak yang lain. Pada abad XVII paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalisme sedang marak. Saat itu orang-orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan emas. Paham ini memicu nafsu kolonialisme negara Eropa Barat dalam mencari emas ke tempat yang lain. Inilah yang memotivasi Columbus untuk mencari daerah baru, kemudian Magellan, dan lain-lainnya. Paham ini juga yang mendorong Belanda untuk melakukan perdagangan (VOC) dan pada akhirnya menjajah Nusantara selama 3,5 abad.

e. Paham Lenin (XIX)
Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz. Menurutnya, perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Bagi Leninisme/komunisme, perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh dunia adalah sah dalam kerangka mengkomuniskan seluruh bangsa di dunia. Karena itu, selama perang dingin, baik Uni Soviet maupun RRC berlomba-lomba untuk mengekspor paham komunis ke seluruh dunia. G.30.S/PKI adalah salah satu komoditi ekspor RRC pada tahun 1965. Sejarah selanjutnya menunjukkan bahwa paham komunisme ternyata berakhir secara tragis seperti runtuhnya Uni Soviet.

f. Paham Lucian W.Pye dan Sidney
Dalam buku Political Culture and Political Development (Princeton University Press, 1972 ), mereka mengatakan :”The political culture of society consist of the system of empirical believe expressive symbol and values which devidens the situation in political action can take place, it provides the subjective orientation to politics.....The political culture of society is highly significant aspec of the political system”. Para ahli tersebut menjelaskan adanya unsur-unsur sebyektivitas dan psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik suatu bangsa, kemantapan suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem tersebut berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan. 
0 komentar

konsep Wawasan Nusantara

A. Wawasan Nasional Suatu Bangsa

Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehinga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya.
Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa :

1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup
2. Jiwa, tekad dan semangat manusia / rakyat
3. Lingkungan


Dengan demikian, wawasan nasional suatu bangsa adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

B. Teori – Teori Kekuasaan

Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya.
Beberapa teori paham kekuasaan dan teori geopolitik antara lain sebagai berikut:

1. Paham-paham kekuasaan

a. Machiavelli (abad XVII)

b. Napoleon Bonaparte (abad XVIII)

c. Jendral Clausewitz (abad XVIII)

d. Fuerback dan Hegel (abad XVII)

e. Lenin (abad XIX)

f. Lucian W. Pye dan Sidney

2. Teori–teori geopolitik (ilmu bumi politik)

Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti :

a. Federich Ratzel

1. Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.
2. Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang).
3. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.
4. Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam.

Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang. Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran :

* menitik beratkan kekuatan darat
* menitik beratkan kekuatan laut

b. Rudolf Kjellen

1. Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup. Untuk mencapai tujuan negara, hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.
2. Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang: geopolitik,ekonomipolitik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.
3. Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.

c. Karl Haushofer

Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Aldof Hitler, juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme.

d. Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)

Teori ahli Geopolitik ini menganut “konsep kekuatan”. Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan ; barang siapa dapat mengusai “daerah jantung”, yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai “pulau dunia” yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia.

e. Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)

Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”. Menguasai perdagangan berarti menguasai “kekayaan dunia” sehinga pada akhirnya menguasai dunia.

f. W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)

Kekuatan di udara justru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran dikandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang.

g. Nicholas J. Spykman

Teori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.

C. Wawasan Nasional Indonesia

Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dipakai negara Indonesia.

a. Paham kekuasaan Indonesia

Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Dengan demikian wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan dan adu kekuatan karena hal tersebut mengandung persengketaan dan ekspansionisme.

b. Geopolitik Indonesia

Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasar ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan ini disebut negara kepulauan.

c. Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia

Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan dari kondisi nyata. Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasan dari bangsa Indonesia yang terdiri dari latar belakang sosial budaya dan kesejarahan Indonesia.
Untuk itu pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari :

1. Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila
2. Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan

Gambar laut teritorial selebar 3 mil dari masing-masing pulau (TZMKO 1939)

Gambar pembagian wilayah laut menurut Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional1982

D. Pengertian Wawasan Nusantara

1. Prof.Dr. Wan Usman

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

2. Kelompok kerja LEMHANAS 1999

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah:

cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Landasan Wawasan Nusantara
Idiil => Pancasila
Konstitusional => UUD 1945

E. Unsur Dasar Wawasan Nusantara
Wadah (Contour)
Isi (Content)
Tata laku (Conduct)

F. Hakekat Wawasan Nusantara

Adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.
Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam
lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara.

G. Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsa Indonesia(suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas wasantara terdiri dari:
Kepentingan/Tujuan yang sama
Keadilan
Kejujuran
Solidaritas
Kerjasama
Kesetiaan terhadap kesepakatan

H. Kedudukan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sbb:
Pancasila (dasar negara) =>Landasan Idiil
UUD 1945 (Konstitusi negara) =>Landasan Konstitusional
Wasantara (Visi bangsa) =>Landasan Visional
Ketahanan Nasional (KonsepsiBangsa) =>Landasan Konsepsional
GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) =>Landasan Operasional
Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa/daerah.

I. Implementasi Wawasan Nusantara

Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.

a. Implementasi dalam kehidupan politik,
b. Implementasi dalam kehidupan Ekonomi,
c. Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya,
d. Implementasi dalam kehidupan Pertahanan Keamanan,

Prospek Implementasi Wawasan Nusantara

Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sbb:
Global Paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
Borderless World dan The End of Nation State menyatakan batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tsb. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.
The Second Curve (Ian Morison) menyatakan dalam era baru timbul adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru.

Keberhasilan Implementasi Wasantara

Diperlukan kesadaran WNI untuk :
Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang. Agar ke-2 hal dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah.
28 December 2010 0 komentar

Menghadapi Krisis Perusahaan

Salah satu permasalahan yang di hadapi oleh manajemen perusahaan adalah situasi krisis yang melanda perusahaan. implikasi beberapa masalah perusahaan, tak hanya berpengaruh terhadap perusahaan itu sendiri, tapi juga menjerat banyak pandangan kecil ikut merasakan akibatnya. hasilnya, sekian banyak pengangguran yang terjadi,dan banyak produk yang tak laku di jual.

Di samping masalah besar, tak jarang perusahaan dilanda masalah yang implikasinya hanya terbatas pada ruang lingkup perusahaan itu saja. Seperti krisis masalah pencemaran lingkungan oleh pabrik, unjuk rasa pekerja, produk yang tak bisa dipasarkan, atau masalah kericuhan dengan pemerintah dalam hal peraturan terkait izin usaha.

Melihat banyak contoh besar penanganan masalah, terkesan kebanyakan perusahaan belum mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan krisis. Tapi, kurangnya persiapan perusahaan menghadapi kasus krisis, tak hanya melanda perusahaan di Indonesia. Perusahaan besar di Amerika Serikat (AS) pun banyak yang tak mempunyai program manajemen krisis.

Sebuah survei tentang manajemen krisis yang dilakukan di AS menyebutkan, walau para manajer perusahaan mengakui bahwa krisis besar dapat melanda perusahaan mereka, namun hanya separuh yang mempunyai program manajemen krisis (crisis management plan). Tampaknya, banyak perusahaan yang mengabaikan masalah ini. Mereka baru kelabakanan dan panik jika krisis betul-betul terjadi.

Upaya menghadapi krisis, sebenarnya tak jauh berbeda dengan upaya seseorang menghadapi suatu penyakit ganas. Yaitu melakukan upaya preventif dan upaya kuratif.

Upaya Preventif

Yang paling baik dalam mengatasi terjadinya krisis adalah upaya yang sifatnya preventif. Pada upaya preventif beberapa hal yang dapat dilakukan:

Pertama, menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada perusahaan. Bila masyarakat memiliki kepercayaan terhadap suatu perusahaan penghasil produk yang dikonsumsi mereka, biasanya masyarakat tak akan mudah termakan isu yang disebarkan oleh orang tertentu yang ingin merugikan perusahaan.

Bila terjadi kasus nyata suatu produk menimbulkan korban akibat sabotase dengan cara memasukkan racun atau barang berbahaya lainnya, adanya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan akan memudahkan manajemen krisis.

Pembentukan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, dapat ditempuh dengan cara membina hubungan baik dengan media massa. Dengan adanya hubungan baik ini media massa akan memberi informasi yang baik tentang perusahaan.

Adanya hubungan baik dengan media massa akan menolong jika suatu ketika terjadi krisis melanda perusahaan. Sorotan media massa terhadap krisis yang terjadi, tak akanterlalu diwarnai oleh publikasi yang merugikan.

Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan juga dipengaruhi oleh bagaimana imageimage perusahaan di mata masyarakat akan baik. perusahaan di mata masyarakat. Bila masyarakat melihat bahwa banyak keuntungan yang diberikan perusahaan kepada kegiatan amal dan sosial, maka

Selain itu, membina hubungan dengan tokoh masyarakat, pimpinan informal (bukan bagian birokrasi pemerintahan) seperti pemuka agama, juga akan sangat membantu pembentukan image yang baik. Image yang baik ini sangat memperkuat daya perusahaan dalam ketahanan menghadapi krisis. Masyarakat tak akan mudah termakan isu yang merugikan perusahaan.

Image perusahaan yang baik, dapat pula dibentuk dengan menciptakan rule of conduct bagi setiap karyawan perusahaan yang selalu ramah dan mudah menolong saat berhubungan dengan masyarakat. Tentu saja, rule of conduct yang baik ini akan besar kemungkinan untuk dilakukan para karyawan, bila perusahaan memberi suasana kerja yang menyenangkan bagi para karyawannya.

Kedua, membina hubungan baik dengan aparat pemerintah. Aparat pemerintah memegang posisi sentral dalam membantu mengatasi problem perusahaan. Larangan terhadap produk atau himbauan agar masyarakat tak mudah termakan isu, biasanya dilakukan oleh pemerintah. Khusus bagi perusahaan di negara berkembang, sangat penting untuk membina hubungan yang baik ini. Karena umumnya di negara-negara berkembang, peran pemerintah dalam kegiatan kehidupan masyarakat masih sangat dominan.

Hampir semua aspek kehidupan sangat dipengaruhi oleh pemerintah. Peran aparat pemerintah di lini bawah, seperti ketua RT, RW, RK, lurah, camat dan bupati, sangat besar artinya dalam meredakan isu bila suatu ketika terjadi krisis yang melanda produk perusahaan. Namun seringkali bagian pemasaran produk (salesman) kurang memperhatikan arti penting pembinaan hubungan pribadi dengan para tokoh masyarakat ini.

Ketiga, satu bagian penting dari benteng pertahanan dalam menghadapi krisis adalah lini terbawah mata rantai pemasaran. Bila produk yang dijual seperti rokok, roti, sabun, dan barang keperluan sehari-hari, mata rantai terbawah ini adalah para pengecer, seperti toko, warung dan dan pedagang asongan.

Keempat, menyiapkan ‘program manajemen krisis’. Dalam situasi normal, perlu ada tim khusus yang dibentuk yang akan menangani krisis bila suatu ketika krisis terjadi. Anggota tim krisis ini diambil dari beberapa unsur: bidang produksi, pemasaran, public relation, dan bagian lain yang kiranya terkait.

Beberapa perusahaan maju di USA bahkan memiliki ruang khusus yang dipersiapkan untuk Tim Manajemen Krisis. Di dalam ruangan ini dipersiapkan segala informasi tentang apa yang harus dilakukan bila suatu saat krisis terjadi, siapa orang/perusahaan/pejabat yang harus dihubungi, lengkap dengan nomor telepon, alamat, dan tempat yang paling mudah dihubungi.

Tim yang seperti ini, misalnya sudah dimiliki oleh perusahaan penerbangan dalam menghadapi krisis. Baik saat terjadi kecelakaan pesawat, pembajakan dan lain-lain.

Di saat tak ada krisis terjadi, tim ini biasanya melakukan permainan simulasi menghadapi krisis. Permainan simulasi ini dibutuhkan untuk melatih kecepatan bertindak bila krisis betul-betul terjadi. Permainan simulasi ini sering dilakukan kalangan angkatan bersenjata di beberapa negara. Di masa damai, mereka bermain latihan perang-perangan untuk melatih kemampuan menghadapi perang yang sebenarnya.

Di Amerika Serikat sering dilakukan latihan bahaya kebakaran di gedung bertingkat. Maksudnya adalah untuk membiasakan para penghuni bertingkat untuk menyelamatkan diri bila terjadi kebakaran yang sesungguhnya.

Permainan simulasi ini perlu dilakukan tidak hanya sekali. Hal ini dimaksudkan agar kesiapan dan kesadaran bahwa krisis sewaktu-waktu dapat terjadi selalu dalam pikiran pemegang keputusan di perusahaan.

Upaya Kuratif

Pada saat krisis melanda perusahaan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan di dalam penanganan krisis:

Pertama, mengidentifikasi krisis. Pengidentifikasian krisis ini sangat penting dengan beberapa alasan. Yaitu tanpa adanya kejelasan faktor yang merupakan krisis maka akan sulit untuk mengatasi krisis. Kemudian, mengidentifikasi faktor yang menjadi aspek penting krisis, perusahaan dapat mengetahui apakah krisis tersebut dapat ditangani atau tidak.

Daripada membuang energi untuk menangani krisis yang jelas bakal tanpa memberikan hasil, perusahaan dapat melihat ke hal lain yang kiranya dapat mengurangi dampak krisis.

Harus disadari bahwa di kala perusahaan terkena krisis, banyak problem lain yang menyertainya yang merupakan krisis-krisis lainnya. Oleh karena itu krisis yang utama tersebut harus didentifikasi.

Untuk mengisolasi ‘krisis utama’ dari krisis lainnya langkah berikut dapat dilakukan. Pertama masing-masing anggota Tim Krisis Manajemen menanyakan kepada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut ini. Selanjutnya pertanyaan tersebut dinilai dengan menggunakan bantuan skala pengukur ‘Crisis Impact Values’.

Kedua, mengisolasi krisis. Krisis pada dasarnya sama dengan suatu penyakit menular. Bila seseorang terserang penyakit menular, dia harus diisolir dari orang-orang lainnya. Agar krisis tidak terlalu menganggu jalannya perusahaan, maka krisis harus ditangani oleh orang lain.

Bila yang menangani krisis adalah seseorang yag sangat sibuk dan memegang jabatan vital di perusahaannya, maka kesibukannya menangani krisis akan mengganggu fungsi utamanya menjalankan perusahaan. Jika pemegang jabatan vital harus menangani krisis maka tugasnya harus dialih tugaskan kepada orang lain.

Menangani krisis menuntut waktu, tenaga, dan pikiran yang amat besar. Jika krisis melanda perusahaan, berarti individu di dalam perusahaanlah yang akan menghadapinya. Bagaimanapun, menghadapi krisis perlu adanya persiapan mental dan fisik.

Di saat krisis berada dalam masa akut, seringkali anggota tim harus bekerja keras, kurang tidur, dan dilanda stres yang amat sangat. Keadaan lelah, kurang tidur dan stres tinggi ini akan menyebabkan keputusan yang diambil dalam menangani krisis menjadi kurang didasari oleh logika yang tepat.

Oleh karena itu sangat disarankan agar anggota tim krisis dipilih dari orang-orang yang kuat menghadapi stres dan semua kelelahan. Bila anggota tim tak kuat menghadapi pressure situasi yang begitu besar, baik dari media massa maupun pihak lain, sebaiknya ia diganti dengan anggota yang lebih kuat.

Selain itu, anggota tim perlu menyisihkan waktu untuk rileks guna menurunkan kelelahan dan stres. Bila seseorang harus menangani krisis, di samping fungsi vitalnya menjalankan perusahaan, sangat besar kemungkinan semuanya akan menjadi kacau. Krisis tidak terpecahkan, dan jalan perusahaan juga kacau.

Anggota tim ini sebaiknya dibebastugaskan dari pekerjaannya sehari-hari. Selain itu, untuk mengatasi kemungkinan seperti ini, banyak perusahaan di Amerika Serikat menggunakan jasa konsultasi manajemen krisis.

Menangani Krisis

Bila tim manajemen krisis sudah dibentuk dan berhasil mengidentifikasi krisis, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis untuk menentukan tindakan yang harus diambil.

Untuk membuat keputusan yang tepat, diperlukan informasi lengkap dan teknik pengambilan keputusan yang baik, serta sikap mental yang mendukung. Oleh karena itu, sangat diperlukan pengetahuan yang memadai dalam hal teknik pengambilan keputusan. Pengalaman yang diperoleh melalui training pengambilan keputusan, akan sangat bermanfaat dalam menghadapi krisis.

Begitu cepatnya perubahan terjadi di masa krisis, pengambilan keputusan pun berada dalam suasana yang mudah pula berubah. Di masa krisis, keputusan yang dibuat harus fleksibel, hingga dapat mengakomodasi keadaan. Perlu diingat, bahwa menangani krisis adalah menangani keputusan dengan cara yang baik.

Di masa krisis, sering terjadi perusahaan mendapat sorotan negatif dari media masa. Ketertutupan terhadap media masa akan membuat perusahaan makin menjadi sorotan. Upaya menghindari media masa, akan menimbulkan kesan bahwa perusahaan menyembunyikan sesuatu.

Hal ini akan merugikan image perusahaan di mata masyarakat. Karena itu butuh keterbukaan dan kejujuran tim krisis dalam memberikan informasi tentang hal-hal yang terjadi.

Agar pemberian informasi kepada media massa menguntungkan pihak perusahaan, sangat dianjurkan untuk menunjuk seorang juru bicara yang mampu tenang menghadapi hujaman pertanyaan dari para wartawan.

Selain itu, apa-apa yang perlu dikomunikasikan harus dibicarakan lebih dahulu, agar tidak menimbulkan kerugian. Keterlibatan pakar komunikasi, psikolog, dan ahli bidang public relations, sangat disarankan dalam penyusunan informasi yang akan disampaikan kepada media massa.

21 November 2010 0 komentar

ARSITEKTUR KOMPUTER

Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
0 komentar

Yang menyebabkan Gagalnya SIM dalam Organisasi/Perusahaan

1. Faktor-faktor yang menyebabkan SIM kurang berkembang dalam organisasi/perusahaan

Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih meningkat. Namun karena beberapa faktor tertentu, terkadang malah perusahaan mengalami kegagalan.

Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :

  1. Pengorganisasian perusahaan yang kurang wajar
  2. Kurangnya perencanaan yang memadai
  3. Kurang personil yang handal
  4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.

Untuk meraih keberhasilan dalam pengembangan SIM, perlu diperbaikinya system lama, terutama jika disebabkan beberapa hal berikut ini,

1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem

yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :

  • Ketidakberesan sistem yang lama

Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang

lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.

  • Pertumbuhan organisasi

Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data

semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru

menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang

lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan

informasi yang dibutuhkan manajemen.

2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan

Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau

efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan

rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan

dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.

3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah

Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.


2. Indikator Diperlukannya Pengembangan SIM

1. Keluhan pelanggan

2. Pengiriman barang yang sering tertunda

3. Pembayaran gaji yang terlambat

4. Laporan yang tidak tepat waktu

5. Isi laporan yang sering salah

6. Tanggung jawab yang tidak jelas

7. Waktu kerja yang berlebihan

8. Ketidakberesan kas

9. Produktivitas tenaga kerja yang rendah

10. Banyaknya pekerja yang menganggur

11. Kegiatan yang tumpang tindih

12. Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan

13. Kehilangan kesempatan kompetisi pasar

14. Persediaan barang yang terlalu tinggi

15. Pemesanan kembali barang yang tidak efisien

16. Biaya operasi yang tinggi

17. File-file yang kurang teratur

18. Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran

19. Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan

20. Investasi yang tidak efisien

21. Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat

22. Kapasitas produksi yang menganggur

23. Pekerjaan manajer yang terlalu teknis

24. DLL.

SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.

17 November 2010 0 komentar

Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (manajement information system atau sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkat manajemen.

SIM (sistem informasi manajemen)dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi. SIM tergantung dari besar kecilnya organisasi dapat terdiri dari sistem-sistem informasi sebagai berikut :
  1. Sistem informasi akuntansi(accounting information system), menyediakan informasi dari transaksi keuangan.
  2. Sistem informasi pemasaran(marketing information system), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  3. Sistem informasi manajemen persediaan(inventory management information system).
  4. Sistem informasi personalia(personnel information system).
  5. Sistem informasi distribusi(distribution information system).
  6. Sistem informasi pembelian(purchasing information system).
  7. Sistem informasi kekayaan(treasury information system).
  8. Sistem informasi analisis kredit(credit analiysis information system).
  9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information system).
  10. Sistem informasi teknik(engineering information system).
semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen tingkat bawah(lower level management), manajemen tingkat menengah(middle level management) dan manajemen tingkat atas(top level management).

.
16 November 2010 0 komentar

Sistem Informasi

A. Konsep Dasar Informasi

Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk mengambil keputusan.
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang terjadi adalah perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau piutang dagang. kesatuan nyata(fact) adalah suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

B. Siklus Informasi


Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk mendapatkan suatu informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf-nuruf atau alfhabet, angka-angka, berbentuk suara, sinyal-sinyal, gambar, DLL.



C. Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu Akurat, tepat pada waktunya dan relevan.

Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa menyesatkan. informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan(noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.
Tepat pada waktunya berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. karena sebuah informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
Relevan
berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. misal informasi mengenai sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila di tujukan kepada ahli teknik perusahaan.

D. Nilai Informasi

Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif di bandingkan dengan biaya mendapatkannya. kegunaan informasi adalah untuuk mengurangi hal ketidak pastian di dalam proses pegambilan keputusa tentang sesuatu keadaan.
14 November 2010 0 komentar

E-Commerce


E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Pada awal tahun 1970-an e-commerce lebih di kenal dengan EFT (Electronic Found Transfer). saat itu, perkembangan/ pengenalan terhadap masyarat masih sangat rendah karena hanya di terapkan pada perusahaan - perusahaan besar saja. tetapi tidak lama muncul EDI ( Electronik Data Interchange) yang berkembang menggunakan transaksi keuangan ke pemprosesan transaksi lain, sehingga perusahaan - perusahaan menjadi lebih mudah untuk melakukan sebuah transaksi. dengan berkembangnya tingkat kebutuhan suatu transaksi perdagangan perusahaan mulai menerapkan aplikasi telemunikasi yang di kenal dengan internet dan muncul istilah E-commerce (electronik commerce). itulah sedikit sejarah tentang munculnya E-commerce.



15 April 2010 0 komentar

Sekilas Tentang Budaya Organisasi

Pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :


- Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn

budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.

- Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar

budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.

- Menurut Robbins

budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.

- Menurut Schein

budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.

- Menurut Cushway dan Lodge

budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

FAktor - faktor yang mempengaruhi Budaya Organisasi

budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Pengaruh umum dari luar yang luas

Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.

2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat

Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.

3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi

Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

Fungsi Budaya Organisasi

Menurut Robbins (1996), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :

a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Ciri-ciri Budaya Organisasi

ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:

1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
2. Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
6. Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
7. Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.
Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku (Robbins, 1996 )

Dengan diterapkannya budaya organisasi maka setiap masalah dapat terselesaikan dengan baik. Moga bermanfaat.
 
;